Minggu, 12 Oktober 2014

EKONOMI TEKNIK

RUANG LINGKUP EKONOMI TEKNIK

  a.    Ruang Lingkup Ekonomi Teknik
Ekonomi teknik adalah penentuan factor-faktor dan criteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.

  b.    Definisi dan Ruang Lingkup Ekonomi Teknik

Definisi Ekonomi Teknik : Disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik yang terdiri dari evaluasi sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik.
Ekonomi Teknik (Engineering Economics) mencakup prinsip-prinsip dan berbagai teknis matematis untuk pengambilan keputusan ekonomis. Dengan teknik-teknik ini, suatu pendekatan yang rasional untuk mengevaluasi aspek-aspek ekonomis dari alternatif-alternatif yang berbeda dapat dikembangkan. Secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan terbesar ekonomi teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau investasi paling sedikit memberikan kerugian (Least Costly) atau yang memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable).
Studi ekonomi teknik membantu dalam mengambil keputusan optimal untuk menjamin penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi teknik harus diadakan sebelum setiap uang akan diinvestasikan/dibelanjakan atau sebelum komitmen-komitemen diadakan. Studi ekonomi teknik dimulai dari sekarang. Kesimpulan-kesimpulannya bergantung pada prediksi kejadian-kejadian (event) yang akan datang.

  c.     Pengertian Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah pemilihan beberapa tindakan alternatif yang ada untuk mencapai satu atau beberapa tujuan yang telah diterapkan (Turban, 2005). Pada dasarnya pengambilan keputusan merupakan suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih, yang prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang terbaik (Simon,1980).
  d.    Tahapan Analisis Ekonomi Teknik :
·         Definisikan masalah dan tujuannya
·         Mengumpulkan informasi yang relevan terkait kasus yang sedang dipelajari
·         Memunculkan alternatif-alternatif
·         Evaluasi masing-masing alternatif
·         Penentuan alternatif terbaik dengan beberapa kriteria
·         Menerapkan hasilnya dan memantau kerjanya
Dalam mengevaluasi beberapa alternatif yang tersedia, ekonomi teknik biasanya mempertimbangkan nilai uang terhadap waktu, estimasi pendapatan dan biaya, strategi keuangan, inflasi, depresiasi, ketidakpastian, pajak, undang-undang kebijakan, periode perencanaan, tingkat bunga modal, perhitungan nilai dan harga, hingga rate of return. Rate of return adalah seberapa besar tingkat pengembalian biaya setelah alternatif dilaksanakan.
   1.      Pengenalan / Identifikasi masalah
Langkah pertama dalam pengambilan keputusan adalah mengenali masalah yang ada. Suatu masalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan yang ditetapkan dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Adanya perbedaan ini tidak menjamin bahwa seseorabg akan langsung membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah. Pertama, yang harus kita lakukan yaitu mengetahui adanya perbedaan. Kita harus mengetahui adanya masalah sebelum mulai mencari pemecahan masalah. Kedua, menyadari adanya perbedaan antara keinginan yang ditetapkan dan kenyataan yang sesungguhnya tidaklah cukup untuk memulai pengambilan keputusan. Kita harus termotivasi untunk mengurangi perbedaan tersebut. Ketiga, selain hal-hal tersebut kita juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sumbe-sumber daya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
   2.    Pendenifisi tujuan
Setelah langkah pertama kita temukan, dilanjutkan dengan melakukan pendenifisi tujuan dari keputusan yang akan kita ambil nanti. Ada beberapa tujuan diantaranya :

              ·     Eksplorasi (exploration), berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena                ada atau tidak. 
  •    Deskripsi (description), berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. 
  •        Prediksi (prediction), berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y).
               ·   Eksplanasi (explanation), mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.


  •         Aksi (action), dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu.

Setelah kita mengetahui jenis tujuan apa yang kita anbil nanti berupa sebuah keputusan, mulailah menbuat beberapa keputusan dan menyeleksi keputusan yang mana yang sesuai dari tujuan di atas.
   3.    Mengumpulkan data yang di perlukan
Setelah langkah ke 2 dilakukan selanjutnya adalah mulai mengumpukan data yang di perlukan agar bisa memperoleh alternatif keputusan yang diinginkan.
   4.    Identifikasi alternatif yang mungkin / layak
Mulai mengumpulkan semua alternatif yang mungkin bisa di ambil keputusan sebanyak mungkin.
   5.    Pemilihan kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
Dari sekian identifikasi alternatif yang mungkin dan layak, rumuskan alternatif yang paling berhubungan antara tujuan data dan kriteria yang diinginkan. Itulah yang akan menjadi alternatif dari permasalahan yang akan menjadi sebuah keputusan.
   6.    Memprediksi hasil dari setiap alternatif dan memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan
Setelah memilih alternatif yang. paling mendekati dari tujuan hal yang selanjutnya di lakukan adalah mulai memprediksi dari setiap altenatif yang dipilih. Apakah nanti akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dalam proses ini sangat diperlukan perhitungan yang akurat dari segala sisi agar tidak menimbulkan kesalahan dikemudian harinya.
Dari hasil prediksi inilah yang akan menunjukan manakah alternatif yang baik untuk di buat sebagai keputusan dari masalah yang ada.

e. Proses Pengambilan Keputusan Ekonomi Teknik

Dalam proses pengambilan keputusan, diantaranya diperlukan pemahaman mengenai  aspek-aspek  perencanaan  usaha.  Aspek-aspek  perencanaan usaha memilliki tahapan sebagai berikut:
 

Analisis situasi
Pada  tahapan  ini  perlu  diketahui  situasi  dan  kondisi  pasar  yang  akan dijadikan  obyek  usaha,  baik  yang menyangkut  produk  yang  prospektif, lokasi,  karakteristik  konsumen,  segmen  pasar  yang  akan  dirujuk  dan semua aspek yang menyangkut kemungkinan usaha apa yang sebaiknya akan dibuat atau dikembangkan.
Sumber  informasi yang dapat diperoleh untuk mendapatkan  gambaran  situasi  pasar  potensial  dari  usaha  yang akan dikembangkan antara  lain  : Media massa  (koran, majalah,  televisi, radio),  internet,  melihat  langsung  di  lapangan  (survey  pasar)  atau informasi  yang  diperoleh  dari  teman  (kolega)  yang  mengelola  suatu usaha.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh maka usaha apa yang akan  dilakukan  dapat  segera  dianalisis  kemungkinan  pelaksanaan  dan kelayakannya.  Perkiraan  target  produksi  produk  dalam  kaitan  dengan perencanaan  usaha  dapat  ditentukan  dengan  menggunakan  metode peramalan (forecasting).
 
                        
Ada 7  langkah dasar disiplin ilmu ini yaitu:

 LANGKAH 1 :  MEMBUAT ALTERNATIF-ALTERNATIF
Pemilihan  keputusan  diantara  alternatif-alternatif.  Alternatif-alternatif tersebut  perlu  diidentifikasi  dan  kemudian  dicari  analisisnya  secara berurutan

 LANGKAH 2 : FOKUSKAN PADA PERBEDAAN-PERBEDAAN
Hanya perbedaan yang berarti dari hasil diantara alternatif-alternatif yang relevan  dengan  perbandingan  yang  harus  dipertimbangkan  dalam keputusan itu. 
LANGKAH 3 : GUNAKAN SUATU TITIK PANDANG YANG KONSISTEN
Hasil  dari  alternatif,  aspek  ekonomi  dan  lainnya  harus  dikembangkan secara konsisten dari suatu titik pandang yang ditetapkan.
 
LANGKAH 4 : GUNAKAN SATUAN UKURAN UMUM
Menggunakan  satuan  yang  umum  dalam  menghitung  hasil  untuk mempermudah analisis dan perbandingan dari alternatif.
 
LANGKAH 5 : PERTIMBANGKAN SEMUA KRITERIA YANG RELEVAN
Pemilihan  suatu  alternatif  yang  dikehendaki  (pengambilan  keputusan) memerlukan  penggunaan  suatu  kriteria  (atau  beberapa  kriteria). Proses keputusan  harus  mempertimbangkan  baik  hasil  dalam  satuan  moneter dan pernyataan lain.
 LANGKAH 6 : MEMBUAT TEGAS SUATU KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian  berkaitan  dengan  pemroyeksian  (atau  perkiraan)  hasil-hasil  alternatif  saat  mendatang  dan  harus  dikenal  dalam  analisis  dan perbandingan mereka. 

LANGKAH 7 : TINJAU KEMBALI KEPUTUSAN SAUDARA
Perbaiki  hasil  keputusan  terhadap  hasil  dari  suatu  proses  penyesuaian diri (adaptive); terhadap yang dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang diproyeksikan  semula  dari  alternatif  terpilih  secara  berturut-turut  harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya yang dicapai.

  f.      Analisis Dalam Pengambilan Keputusan

                Didalam sistem produksi,fungsi dan peran yang harus dijalankan oleh manager adalah mengambil berbagai keputusan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan alternatif-alternatif tindakan yang harus dilaksanakan oleh proses produksi. Ada beberapa faktor yang ada di dalam kondisi riilnya cenderung untuk mendapat derajat kesulitan dan kompleksitas dari keputusan yang harus diambil, contohnya:
    A. Faktor ketidakpastian mengenai kondisi yang akan datang, dimana hal ini seringkali membawa kesulitan dalam bentuk penetapan potensi maupun kapasitas produksi yang terpasang harus direalisasikan.
     B. Kebutuhan untuk memperhatikan berbagai macam kriteria yang harus dipenuhi seperti kuantitas, kualitas, biaya dan sebagainya.
   C. Tekanan-tekanan yang berkaitan dengan kecepatan waktu pengambilan keputusan, dimana seringkali hal ini akan menghasilkan keputusan yang tidak tepat teliti dan jauh di luar harapan yang ada.
     D.  Adanya konflik-konflik yang sedang terjadi dan yang timbul akibat keanekaragaman pendapat atau pandangan opini dari berbagai pihak yang dilibatkan dalam proses pengambilan suatu keputusan tersebut. Hal semacam ini terjadi akibat adanya perbedaan latar belakang maupun interest berbagai pihak didalam melihat permasalahan yang harus dipecahkan dan diputuskan.
Meskipun banyak kesulitan dan kendala yang harus dihadapi, manajemen harus melakukan studi, analisis, evaluasi dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. Setiap permasalahan yang harus dihadapi dan harus dipecahkan, terlebih dahulu harus dianalisis dan dikembangkan alternatif-alternatif kelayakannya, baik secara teknis ataupun ekonomis, untuk kemudian diputuskan yang paling layak.
Suatu rancangan ataupun proposal dari proyek-proyek, akan dievaluasi berdasarkan efisiensi teknik (fisik) ataupun efisiensi ekonomis. Disisi lain efisiensi ekonomis meskipun juga dinyatakan sebagai perbandingan output per input, tetapi dalam hal ini dinyatakan dalam unit satuan ekonomis (uang).


  g.    Proses Pemecahan Masalah

                Masalah ekonomi teknik memang bertujuan untuk membahas tentang jalan keluar atau solusi bagi ilmu ekonomi ketika akan menghadapi berbagai masalah yang berhubungan dengan ekonomi teknik. Masalah ekonomi yang terjadi di masyarakat sangat banyak, dari mikro sampai yang makro.



Secara singkat masalah ekonomi dapat dirumuskan dalam tiga pertanyaan penting yaitu:
      1.       Barang apa yang akan diproduksi (What)
Dalam pertanyaan ini mengandung arti bahwa ilmu ekonomi harus bisa menjawab barang apa saja yang perlu diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Biasanya prioritas pada barang kebutuhan pokok masyarakat kemudian ke tingkat kebuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan sekunder dan tersier. Jangan sampai barang yang dibuat tidak dapat memenuhi kebutuhan, kalau ini bisa terjadi bisa menimbulkan hal-hal negatif, yaitu: inflasi dan kalau dalam bidang pangan bisa menyebabkan kelaparan atau kurang gizi.
      2.       Bagaimana barang diproduksi (Who)
Pertanyaan ini berkaitan dengan strategi-strategi yang harus dibuat oleh produsen dalam membuat barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Strategi ini dibuat untuk bisa produksi yang dihasilkan dengan efisien serta memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya itu terdiri dari 4 faktor produksi yang terdiri atas sumber daya alam, tenaga kerja, modal dan wirausaha. Efisiensi produksi dapat menciptakan hasil produksi yang lebih bagus dan lebih murah.
      3.       Untuk siapa barang dibuat (For Whom)
Barang dan jasa yang diproduksi juga harus memperhatikan komposisi konsumen yang akan dituju, misalnya produksi pakaian bayi, maka produksinya harus memperhitungkan bayi ada didaerah sekitar. Hal ini penting karena supaya produksi dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat tanpa harus terjadi kekurangan atau kelabihan produksi.


Daftar pustaka :



Kamis, 05 Juni 2014

Skateboard





Skateboard berasal dari Negara Amerika tepat nya di daerah California, skateboard hadir dengan ketidak sengajaan, pada saat itu di Amerika sedang musim salju, orang – orang disana sangat asik bermain papan luncur atau snowboard, snowboard pada jaman itu sudah terkenal, dan sudah banyak yang memainkanya. Suatu ketika pada saat musim salju sudah lewat dan salju – salju pun mencair, penikmat snowboard mulai bingung bagaimana mereka bisa berseluncur tanpa salju ?, dari pertanyaan itu munculah satu ide dari anak – anak snowboard tersebut yaitu dengan menempelkan roda di papan luncur mereka, pada jaman itu belum ada trick – trick yang yang di ciptakan untuk bermain skateboard, mereka hanya berseluncur saja di aspal.


Seiring berjalan nya waktu, evolusi bentuk skateboard berubah – ubah sampai bentuk yang sempurna pada saat ini, skateboard ini mulai dikenal banyak orang dan mulai banyak yang memainkan nya juga, dengan banyak nya peminat untuk bermain skateboard perusahaan – perusahaan spare part skateboard pun bermunculan, yaitu berupa perushaan board (papan nya ), wheels (roda), truck (penyatu antara papan dan roda), bearing (bagian di dalam wheels), dan juga griptape (alas diatas papan).

TRICK

Trick mendasar dari skateboard adalah ollie, seseorang yang ingin bermain skateboard harus bisa menjaga keseimbangan nya di atas papan, cara untuk menyeimbangkan diatas papan, kita harus membelokan skateboard ke kiri dan ke kanan secara bergantian atau yang lebih dikenal dengan tic-tac .

1    .       Ollie
Ollie salah satu trick dasar untuk melakukan trick – trick yang lebih ekstrim lainya. berikut ada video bagaimana cara ollie :



2    .       Fronside
Fronside adalah gerakan memutar papan dan badan 180 drajat ke luar. berikut video nya :


3    .       Backside
Backside adalah gerakan memutar papan dan badan 180 drajat ke dalam. berikut video nya :



Nah itulah trick – trick dasar bermain skateboard.


BAGIAN-BAGIAN PADA SKATEBOARD
1 .       BOARD
b    board merupakan papan yang dirancang dari 7 lapis mapel yang di pres menggunakan mesin khusus. Dan harga dari board ini berkisar antara Rp.400 ribu - Rp. 1 juta rupiah.


2.       TRUCK
 Truck merupakan besi yang menghubungkan papan dan roda. Truck ini juga sebagai kaki dari skateboard. Harga truck berkisar antara Rp. 450 ribu - Rp. 800 ribu.

3.       WHEELS
       wheels atau roda dari skateboard, terbuat dari karet yang berkualitas

4.       NUTS
       Nuts ini semacam mur yang menghubungkan papan dengan truck, satu set nuts terdapat 8 buat nuts


5.       GRIPTAPE
       Griptape ini semacam amplas tapi khusus skateboard, berguna untuk merekat kan sepatu yang kita pakai dengan papan, griptape ini di tempel di atas papan.

6.       BEARING
       Bearing ini di masukan atau dipasang di roda, satu set wheels ada 8 buah. Kegunaan bearing ini supaya skateboard bisa jalan dengan lancar dan sempurna.


Harga satu set skateboard bervariatif, mulai dari 600rb – 2 juta rupiah.
Itulah awal mula skateboard berasal dan buat anda yang suka berolahraga ekstrim tidak ada salah nya mencoba olahraga yang satu ini. 







Kamis, 01 Mei 2014

Kincir Angin sebaga alternatif pembangkit listrik




TUGAS SOFTSKILL
KINCIR ANGIN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK




NAMA : BACHTIAR RAMADHAN
KELAS/NPM : 2IB01/11412330
DOSEN : MUHAMMAD ARKAM










DAFTAR ISI

BAB I. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan

BAB II. Landasan teori
Kincir angin sebagai alternatif pembangkit listrik

BAB III. Pembahasan
Komponen pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Kelebihan dan Kekurangan kincir angin sebagai pembangkit listrik

BAB IV. Penutup
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka












 BAB I. PENDAHULUAN

    1.1 Latar belakang
Dalam makalah ini saya membuat dengan tema ”Kincir angin untuk tenaga listrik alternatif”, kincir angin merupakan salah satu upaya warga untuk memenuhi kebutuhan listrik. Semua warga negara mesti berupaya untuk mencapai hal dimaksud. Dalam hal ini tentu yang paling utama mesti melakukan hal tersebut para warga yang menggunakan listrik dan pemerintah yang mengelola sistem pemakaian listrik di setiap warga. Untuk dapat mencapai hal tersebut labih jauh masyarakat lah yang sangat perlu untuk ditingkatkan kesadaran nya. Kincir angin membutuhkan sumber energi dari angin dimana angin adalah sumber daya alam yang tak akan habis maka sangat menjadi pilihan untuk warga juga dalam memilih untuk membangkitkan listrik.
Mengapa warga sekarang sudah banyak yang memilih pilihan lain untuk membangkitkan listrik ? terutama sudah banyak di lakukan di desa – desa ? jawabanya adalah karena belum semua desa sudah dimasuki listrik PLN, dan ekonomi yang kurang di pedesaan memaksa warga untuk mencari alternatif lain untuk membangkit kan listrik, maka dari itu lah warga banyak yang membuat kincir air atau pun kincir angin.

    1.2 Tujuan
       Tujuan dari pemilihan tema tersebut dalam makalah ini adalah membuat warga indonesia  lebih memahami apa yang menjadi kebutuhan listrik bagi kehidupan nya, menjadikan masyarakat yang pintar dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik bangsa indonesia.
      Menjadikan Kincir angin sebagai pengganti listrik PLN, dengan kreasi para warga untuk berupaya memenuhi kebutahan listrik di daerah nya.

    






BAB II. Landasan Teori
Kincir Angin sebagai alternatif tenaga listrik


     Kincir Angin pembangkit listrik adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Sistem pembangkitan listrik menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif yang sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang tidak terbatas di alam.
      Belanda bukan Negara asal kincir angin. Kincir angin di pertama dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Khatab sekitar 3000 tahun yang lalu di Persia  (yang saat ini menjadi Afganistan), kincir angin pertama dibuat dengan ukuran lebar 0.5 meter dan tinggi 4 meter. Kincir angin kuna itu memiliki 8 sirip yang berputar secara vertical mirip putaran gasing. Fungsi kincir angin untuk menggiling jagung, gandum, tebu, serta memompa air.  Lalu Kincir angin digunakan kembali untuk membangkitkan listrik dibangun oleh P. La Cour dari Denmark diahir abad ke-19. Setelah perang dunia I, layar dengan penampang melintang menyerupai sudut propeler pesawat sekarang disebut kincir angin type propeler' atau turbin. Eksperimen kincir angin sudut kembar dilakukan di Amerika Serikat tahun 1940, ukurannya sangat besar yang disebut mesin Smith-Putman, karena dirancang oleh Palmer Putman, kapasitasnya 1,25 MW yang dibuat oleh Morgen Smith Company dari York Pensylvania. Diameter propelernya 175 ft(55m) beratnya 16 ton dan menaranya setinggi 100 ft (34m). Tapi salah satu batang propelernya patah pada tahun 1945.

            ENERGI ANGIN
Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik. Energy angin dapat di konversi atau di transfer kedalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).

Daya adalah energy persatuan waktu. Daya angin berbanding lurus dengan kerapatan udara, dan kubik kecepatan angin, seperti di ungkap dalam persamaan berikut :

 



Persamaan mengenai daya angin ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Karena perbedaan kerapatan udara di daratan rendah dan di daerah yang tinggi, energy angin yang dapat diekstrak di daerah pantai  akan lebih besar di bandingkan dengan yang ada di pegunungan. Kemudian apabila suatu tempat memiliki kecepatan angin 2 kali lebih cepat dari tempat lain, tempat pertama tersebut memiliki  energy angin 8 kali lebih besar. Oleh karena itu, pemilihan lokasi sangat menentukan besarnya penyerapan energy angin.

Daya angin maksimum yang dapat di ekstrak oleh turbin angin dengan luas sapuan rotor A adalah, 
 




Angka 16/27 (=59.3%) ini disebut batas Betz (Betz limit, diambil dari ilmuan jerman Albertz Betz). Angka ini secara teori menunjukan efisiensi  maksimum yang dapat dicapai oleh rotor turbin angin tipe sumbu horizontal. Pada kenyatanya karena ada rugi-rugi gesekan kerugian  di ujung sudu. Efisien si aerodinamik dari rotor, nanorotor ini akan lebih kecil lagi yaitu berkisar pada harga maksimum 0.45 saja untuk sudu yang dirancang dengan sangat baik. Maka daya yang dapat diserap oleh turbin angin  menjadi



Untuk beberapa turbin yang di pakai pada pemompa air mekanikal dapat digunakan formula yang sudah bisa dipakai  yaitu :





Dimana V adalah kecepatan rata – rata pada lokasi tersebut.



BAB III. PEMBAHASAN

            Komponen pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin


 Sistem pembangkit listrik tenaga angin ini merupakan pembangkit listrik yang menggunakan turbin angin (wind turbine) sebagai peralatan utamanya.



Wind Turbine
Turbin angin terbagi dalam dua kelompok yaitu turbin sumbu horisontal, turbin angin sumbu horisontal biasanya baik memiliki dua atau tiga modul. Jenis lain yaitu turbin sumbu vertikal. Turbin ini berbilah tiga dioperasikan melawan angin, dengan modul menghadap ke angin.
Turbin skala utility memiliki berbagai ukuran, dari 100 kilowatt sampa dengan beberapa megawatt. Turbin besar dikelompokkan bersama-sama ke arah angin,yang memberikan kekuatan massal ke jaringan listrik. turbin kecil tunggal, di bawah 100 kilowatt dan digunakan pada rumah, telekomunikasi, atau pemompaan air. Turbin kecil kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan generator diesel, baterai dan sistem fotovoltaik. Sistem ini disebut sistem angin hibrid dan sering digunakan di lokasi terpencil di luar jaringan, di mana tidak tersedia koneksi ke jaringan utilitas.
Komponen-komponen yang ada di dalam turbin angin yaitu :


Tampak isi dari wind turbine

            a.            Anemometer
Mengukur kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke pengontrol.
            b.            Blades
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan pisau pisau untuk mengangkat dan berputar.
            c.        :    Brake
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.

            d.            Controller
Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam (mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan angin sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
            e.            Gear box
Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800 rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar generator untuk menghasilkan listrik. gearbox adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan insinyur generator mengeksplorasi direct-drive yang beroperasi pada kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu kotak gigi.
          f.          Generator
Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 60 siklus listrik AC.
          g.         High-speed shaft
Drive generator.
          h.         Low-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
          i.           Nacelle
Nacelle berada di atas menara dan berisi gear box, poros kecepatan rendah dan tinggi, generator, kontrol, dan rem.
          j.           Pitch
Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol kecepatan rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menghasilkan listrik.
          k.         Rotor
Pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor
          l.           Tower
Menara yang terbuat dari baja tabung (yang ditampilkan di sini), beton atau kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan tinggi, menara tinggi memungkinkan turbin untuk menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan listrik lebih banyak.


          m.       Wind direction
Ini adalah turbin pertama”yang disebut karena beroperasi melawan angin. turbin lainnya dirancang untuk menjalankan “melawan arah angin,” menghadap jauh dari angin.
          n.         Wind vane
     Tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk menggerakkan turbin         dengan koneksi yang benar dengan angin.
          o.         Yaw drive
Yaw drive yang digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin sebagai perubahan arah angin.
p.       Yaw motor
Kekuatan dari drive yaw.
          q.         Penyimpan energi (Battery)
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun.



Kelebihan dan Kekurangan kincir angin sebagai pembangkit listrik

Berikut adalah kelebihan sumber energi alternatif.
1. Energi Terbarukan
Energi alternatif merupakan sumber energi terbarukan sehingga tidak akan terjadi krisis kelangkaan.
Sumber energi seperti matahari dan panas bumi akan selalu tersedia dan tidak pernah habis seperti minyak bumi atau batubara.
2. Ramah Lingkungan
Energi alternatif tidak menghasilkan limbah yang akan membahayakan lingkungan dalam jangka panjang.
Bahan bakar minyak yang digunakan untuk menjalankan mobil, misalnya, menghasilkan banyak gas yang berpengaruh buruk bagi lingkungan.
3. Sumber Energi Gratis
Dengan mengesampingkan biaya produksi, sumber energi alternatif tidak perlu dibeli.
Sumber energi seperti sinar matahari, angin, dan air hanya membutuhkan biaya awal untuk instalasi untuk kemudian dapat berjalan dengan sendirinya.
Hal ini tentu saja berbeda dengan minyak bumi atau batubara yang harganya selalu naik.
4. Pasokan Melimpah
Relevansi dari poin ini akan bervariasi untuk tiap lokasinya.
Jika berada di daerah dengan banyak sinar matahari, maka Anda akan memiliki banyak pasokan energi surya.
Demikian juga, jika Anda memasang kincir angin di daerah berangin, maka Anda akan menerima pasokan konstan energi angin.

Kekurangan Sumber Energi Alternatif

Berikut adalah kekurangan sumber energi alternatif.
1. Biaya Instalasi Awal Tinggi
Biaya instalasi awal untuk pembangkit listrik dari energi alternatif, misalnya, relatif tinggi.
Contoh, bendungan perlu dibangun untuk membuat pembangkit listrik tenaga air.
Membangun bendungan termasuk relokasi penduduk melibatkan biaya yang sangat tinggi.
2. Penyimpanan dan Transportasi
Salah satu alasan utama mengapa energi alternatif belum digunakan secara luas adalah karena penyimpanan dan biaya transportasi yang masih tinggi.
Sementara teknologi kincir angin dan pembangkit listrik tenaga air telah semakin disempurnakan, sumber energi lain masih memerlukan banyak pemyempurnaan.
3. Tidak dapat Diandalkan
Sumber energi alternatif sangat tergantung pada faktor-faktor alami.
Misalnya, jika terjadi kemarau panjang, tingkat produksi pembangkit listrik tenaga air akan terhambat.
Demikian pula tanpa sinar matahari yang cukup, listrik yang dihasilkan juga akan berkurang.
4. Belum Efisien
Hingga saat ini, pembangkit dari sumber energi alternatif belum bisa beroperasi seefisien sumber energi konvensional.
Teknologi yang tersedia saat ini belum cukup mampu menggantikan energi konvensional dengan energi alternatif.







BAB IV. PENUTUP

Kesimpulan
Kincir angin sebagai alternatif pembangkit listrik dengan sumber daya angin sebagai penggerak kincir tersebut, dengan yang kita ketahui bahwa angin adalah sumber daya yang tak akan pernah habis.

Saran
Dengan diketahui nya kincir angin bisa digunakan sebagai pembangkit listrik, bisa saja di setiap desa yang kekurangan ekonomi bisa membuat kincir air tersebut sebagai cadangan listrik apabila listrik PLN padam, disbandingkan harus menggunakan genset karena biaya yang terlalu besar dan tidak ramah lingkungan pula.













 Daftar Pustaka
Daryanto, Y. 2007. Kajian Potensi angin Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Yogyakarta : BALAI PPTAGG – UPT-LAGG